Pada Episode ke 23 ini kisah Brama Kumbara sangat seru berbeda dari Episode-episode yang sebelumnya yang banyak cerita Ardalepa dan istri-istrinya. Mau tahu kisahnya,,, simak cerita berikut ini. Jangan lupa siapkan secangkir kopi karena ceritanya panjang dan seru. Jangan lupa dikomentari dan klik Like This.

Kisah Brama Kumbara Episode 23



Kali ini Gottawa mengkhawatirkan keadaan Brama. Karena Gottawa tahu akan dihukum di istana kuntala sedangkan Brama yang tidak tahu menahu datang begitu saja.

***
Di istana Kuntala

Setibanya Brama di Istana Kuntala, dia menghadap raja Kuntala.  Raja Berkata,"Ternyata masih punya nyali kau datang ke Istana ini."

Brama yang tidak tahu menahu akan apa yang terjadi heran dan bertanya apa yang sedang terjadi. Raja menjelaskan kalau penyusup yang berhasil ditangkap itu mengaku disuruh Brama untuk membunuh putrinya Armelita. Raja lantas menyuruh Brama menyerahkan pedang birunya karena terbukti bersalah.

Raja tidak tahu jika sebenarnya penyusup itu ditangkap oleh Brama bukan Tumenggung kerajaan Kertagana dan Buntak Bumi dan sebagaimana diketahui raja. Sehingga dalam hal ini raja difitnah.

Brama tidak menerima keputusan itu. Tapi Tumenggung Buntak Bumi membela raja dan langsung menyerang Brama. Sehingga pertarungan seru tidak dapat dielakkan dan terjadi dengan seru di halaman istana.
Perkelahian Brama dengan tiga pejabat kerajaan

Brama diserang secara keroyokan oleh tiga orang sekaligus. Adyaksa, Kertagana dan Buntak Bumi. Karena terdesak diserang oleh tiga orang, Brama diserang dari belakang oleh Ardalepa dan Brama akhirnya kalah. Bama ditotok oleh Buntak Bumi kemudian dihajar dengan pukulan andalan Buntak Bumi sehingga Brama kalah.

Pedang Biru yang ada di pundak Brama direbut oleh Ardalepa. Lalu Ardalepa memberikannya kepada raja. Ardalepa berharap kalau raja mati terpanggang karena pedang itu.

***
Update...

Sementara Gottawa bersama Utari bersiap melakukan penyerangan. ia membawa pasukannya mendatangi Kerajaan Kuntala untuk membantu Brama. Saat itu ia bekerjasama dengan Mantili bila keadaan aman mantili akan memberitahu Gottawa. Sambil menunggu Mantili, Gottawa berjaga-jaga didekat perbatasan Istana Kuntala.

***

Lanjut lagi kisah di kerajaan Kuntala.

Mendapat pedang biru dari Adalepa, raja merasa senang dan bangga. Ia disuruh Ardalepa untuk segera menggunakannnya untuk membunuh Brama. Brama memperingatkan agar tidak digunakan raja karena pedang itu berbahaya. Tetapi raja tidak mengindahkan peringatan Bama dan Raja langsung membuka pedang biru.

Apa yang terjadi setelah Raja membuka pedang biru dari sarungnya, raja kepanasan, raja terpanggang. seluruh tubuhnya panas. Bila ini dibiarkan lebih lama, sudah pasti raja akan mati terpanggang seperti yang dialami prajurit Ardalepa di istana Ardalepa dahulu.

Saat itu datanglah Mantili yang baru saja masuk. Mantili melihat semua itu, ia langsung mengambil inisiatif untuk memotong tangan raja. Akhirnya tangan raja terotong. Tangan raja menggelepar tergeletak ditanah bersama pedang biru. Raja langsung diamankan oleh Mantili dibawa kekamarnya.

Diluar istana masih terjadi percekcokan antara Adalepa dengan tumenggung Buntak Bumi beserta Kertagana. Adalepa diserang, ardalepa kalah. Raden samba mencombantu, tapi ia kalah juga. Tapi untunglah Ardalepa dibantu oleh Mantili sehingga mereka dapat meringkus kedua tumenggung tadi.

***
Capek ngetik udah panjang mati lampu. Hilang semua tuh. Kesel. cerita berikutnya di ringkas saja ya.

Wajah Ratna ditukar dengan wajah Sekar oleh ratna atas bantuan dukun sakti dengan imbalan Dukun tadi akan dijodohkan dengan laki-laki kaya raya.
Ratna gembira dengan senang hati karena telah mendapata bagian dari Ardalepa. tapi anaknya curiga karena ayahnya begitu mudah memberikan bagiannya itu.

Tak lama kemudian datanglah orang berkuda dengan senjata pedang dengan cadar lengkap mengancam hharta yang dibawa oleh Ratna agar diberikan. karena terdesak, Ratna akhirnya memberikan harta itu juga. Ratna curiga yang menyuruh perampok tadi adalah ardalepa sehingga Ratna kembali ke istana untuk menuntut ganti rugi dari Ardalepa.

Di istana Ardalepa, Ardalepa tidak ada yanga ada hanyalah pembantu dan Sekar. Kemudian Sekar dibawa pergi karena akan ditukarkan dengan hartanya yang hilang kepada Ardalepa. Tapi niatnya berubah atas usul dari Anaknya Dewangga.

Atas usul anaknya, Wajah Sekar ditukar dengan Ratna. Ini tujuannya tidak lain agar bisa mendapatkan banyak harta milik Ardalepa. Dengan bantuan dukun sakti, tujuan Ratna menukar wajahnya dengan wajah sekar dapat terwujud.


***
Di Istana Kuntala aja dalam keadaan sekarat. Saat itu ditunggui oleh Patih dan para tumenggung. Ternyata atih tidak setia pada aja bahkan patih menyuruh Tabib agar tidak mengobati raja tapi malah dengan membiarkannya agar raja yang keadaannya tidak bertangan itu mati perlahan.

Buntak Bumi malah ingin membunuh raja dengan mencekik raja. Untungnya saat itu Ardalepa bersama keluarganya masuk. Sehingga hal itu tidak dapat dilakukan sehingga patih dan pejabat kerajaan harus keluar.

Kini Ardalepa bersama istrinya ada di ruangan raja. Saat itu Raja dalam keadaan sekarat. Mantili meminta Ayahnya untuk membebaskan Brama karena Bramalah yang dapat mengobati raja. Ardalepa tidak mengijinkan dengan berbagai alasan. Mantili akhirnya curiga kalau Ayahnya ternyata juga ingin membunuh raja. dan Akhirnya Ardalepa meninggalkan ruangan itu.

Saat raja kesakitan, saat itu ada mantili disisinya. Raja memberitahu Mantili kalau semua orang yang ada diistana itu ingin membunuh Raja. yang membuat Mantili terkejut adalah orang itu termasuk ayahnya.

Karena khawatir terhadap kondisi Raja, Mantili akhirnya memutuskan harus berbuat sesuatu. ia berinisiatif untuk meminta bantuan Brama untuk melakukannya. Akhirnya diutuslah Samba untuk membebaskan Brama.

***

Diluar kerajaan ternyata para tumenggung mengumpulkan kekuatan untuk melakukan makar. Karena menurutnya raja akan mati dan ia harus merubut kekuasaan dari tangan Ardalepa peneus tahta kerajaan.

Sayangnya hal tersebut harus batal karena Ardalepa megetahuinya. Dan ardalepa membatalkan hal tersebut.

Brama yang sudah bebas, langsung mengambil kesempatan untuk kembali merebut pedang biru dari tangan Adalepa. dengan sekejap mata pedang itu kini sudah kembali ketangan Brama.

***

B E R S A M B U N G . . . .

Sampai disini cerita selesai, karena dari tadi ngetiknya gagal terus karena mati lampu. jadi ada bagian yang sedikit terlewatkan.

Semoga cerita ini bermanfaat untuk anda yang tadi malam tidak sempat menonton. Silakan komentari bila Cerita Brama Kumbara ini menurut anda bermanfaat.

0 komentar:

Post a Comment

 
Top
Site Meter