Episode 35 Brama Kumbara 2013. Mantili berlatih pedang dengan Brama. Brama mengajarkan ilmu pedang smbar langit. Mantili berhasil menguasai jurus itu, bahkan jurus pedang sambar langit milik mantili lebih sempurna. Brama menamainya Jurus Pedang SriKunti.

Selesai melatih Mantili, Brama melanjutkan perjalanan ke Bukit Puncak karang. Untuk sampai di Puncak karang, harus melalui daerah Kuntala. Tapi Brama menggunakan burung rajawali sehingga lebih aman.


Sampai di Puncak Karang, Brama mempelajari ilmu serat jiwa dari Kakek Astagina. Brama mempelajari Ajian Serat jiwa sangat cepat bahkan sudah mencapai tahap hampir sempurna. Brama mempelajari ajian itu dengan cepat, karena Brama sebenarnya telah memiliki ilmu ilmu lain yang sebenarnya bagian dari ajian serat jiwa. Seperti Ajian Gelang-gelang, Tapak Saketi dan satu ilmu lagi.

Mantili kembali ke istana. Disana Putri Harnum menanti kedatangan Brama, tapi tidak datang, Brama malah melanjutkan ke Bukit Puncak Karang.

Gottawa mengetahui hal tersebut mengkhawatirkan keadaan Brama karena melewati Kerajaan Kuntala, sehingga Gottawa bermaksud untuk menyusul. Gotawa berangkat bersama Rastam dan Gaspar.

Diperjalanan Gottawa memasuki daerah kuntala. Disana ia bertemu dengan Gardika dan Adiknya Gardanara. Gardika mencurigai gerak gerik Gottawa yang menggunakan cadar. Akhirnya pertarungan tidak dapat dielakkan.

Gardanara dengan Ajian andalannya Sambar nyawa berhasil mengalahkan Gaspar dan Rastam. Gaspar dan Rastam akhirnya meninggal.

Gardika yang sudah menyempurnakan ajian serat jiwanya, langsung menggunakan ajiannya. Gottawa akhirnya terpaksa kalah meski bertahan lebih lama. Gottawa yang sekarat diselamatkan oleh seorang pengkelana. ia mengenal Gottawa dan menyelamatkan Gottawa dengan cepat. ia bernama Bongkeng.

Brama yang baru datang seusai berlatih Ajian serat Jiwa langsung terkejut melihat Gottawa tidak sadarkan iri dan terluka parah. Mengetahui hal itu, Brama bergegas ke Kuntala untuk menuntut balas. Bersama Brama turut serta panglima perang Ringkin Sanjaya dan Mantili.

***

Ardalepa kini telah kembali kewatak semula, menjadi tokoh jahat yang ingin merebut maangkara dari tangan Brama. Selama ini ia berpua-pura menjadi baik karena ia berhutang nyawa pada Sanjaya.

Kepergian Brama ke Kuntala dimanfaatkan oleh Ardalepa. ia menyuruh prajurit yang setia kepadanya untuk membuang Gottawa kelaut.

***

Di Kuntala, Brama bertemu dengan Gardika untuk menuntut balas. Brama mengatakan kalau ia telah memiliki Ajian Serat Jiwa. Gardika terkejut, bagaimana bisa Brama memiliki ajian yang sama dengan yang dimilikinya, Brama menjelaskan kalau guru Gardika sebenarnya mencuri kitab itu. Guru Gardika dan Guru Brama adalah satu perguruan. Toh Pati guru Gardika mencuri kitab itu karena ilmu Ajian Serat jiwa diwariskan kepada Kakek Astagina.

Gardika tidak peduli, ia bersemangat akan segera mengalahkan Brama.

Pertarungan pun terjadi, Brama dan Gradika menggunakan jurus yang sama. Pertarungan itu berlangsung seru dan lama. Mantili Khawatir ia akan membantu Brama, tapi Sanjaya melarangnya.

Akhirnya Gardika kalah. Brama mengatakan kalau ilmu yang dimiliki oleh Gardika sebenarnya tidaklah sempurna. Gadika tidak percaya, tapi memang kenyataannya ia kalah, ia terluka parah.

Brama Kumbara Menang dan Memperingatkan Raja beserta tumenggungnya, agar jangan mengganggu rakyat Madangkara. Kalau tidak, Maka Brama akan menghancurkan kerajaan Kuntala sampai tidak tersisa.

Raja baru Kuntala merasa dipermalukan oleh Brama. Ia marah besar pada Gardika yang selalu kalah. Setelah Gardika dibawa pergi oleh adiknya, Raja Raksa Kumala memperingatkan kepada Buntak Bumi dan kawan-kawan, kalau Gardika nanti masih kalah, maka habiskan saja dia.

***
Selama Brama di Kuntala, datang Nyi kcombrang bermaksud menuntut balas terhadap Brama. ia bertemu dengan Ardalepa. Awalnya mereka berkelahi, Nyi Kcombrang kalah dan mereka mengadaan kesepakatan untuk melenyapkan Brama. Dengan syarat Nyi Kcombrang meminta wilayah Segati.

Sesampainya di Madangkara, mantili membawa kabar gembira. Brama menang bertempur melawan Gardika. Ardalepa akan mengadakannya pesta untuk Brama. Brama menolak, tapi Ardalepa masih mengajak Brama minum dengan alasan merupakan ucapan selamat darinya.

Mantili segera mencari Gottawa yang sedang sakit. Ia mencari keseluruh ruangan termasuk taman, tapi Gottawa tidak ditemukan.

Di minuman yang diberikan oleh Ardalepa kepada Brama, ternyata sudah diberi obat tidur. Akhirnya Brama pingsan. Brama lalu di masukkan kedalam Gerobak kemudian segera dibawa pergi oleh Prajurit.

Ditengah perjalanan, prajurit di hadang oleh Nyi kcombrang. kemudian nyikcombrang membawa Brama terbang jauh keluar wilayah Madangkara. Sehingga orang didaerah tersebut tidak mengenai siapa Brama.

Mantili kesana kemari mencari Gottawa, tapi tidak ditemukan. ia pulang ke istana mencari Brama. Ternyata Brama juga tidak ada. Mantili semakin bingung. Ardalepa mengatakan, mungkin brama pergi mencari Gottawa.

Kebingungan Mantili ditangkap oleh Raden Samba. Samba mengejek Mantili mengatakan kalau Mantili seperti wanita murahan yang mengejar-ngejar seorang lelaki. Mantili marah, dan mereka akhirnya berkelahi.

Dengan ajian Lolos buminya, dengan mudah Samba hilang dan masuk kedalam tanah. Mantili juga mengejar Samba di dalam tanah. Karena Mantili ikut masuk kedalam tanah, serta Samba sudah keluar, maka bumi kemudian tertutup. Tertinggallah Mantili didalam tanah.

B E R S A M B U N G . . .



Kamu suka tulisan ini? beri tahu teman yang lain ya. klik aja facebook atau twitter dibawah ini Ok. Terima Kasih ^_^

2 komentar:

  1. Sangat, Menarik Saya Tungu catatan cerita Episode selanjutnya ya"

    BalasHapus
  2. Terima kasih mas Rian. Cuma gak dari episode 1 yang saya tulis. smoga saja bisa selesai

    BalasHapus

 
Top
Site Meter