Nyi Kcombrang
Pada Episode 13 Brama Kumbara meninggal. Ia dikalahkan dengan pertempuran dengan melawan Kijara melalui sayembara. Kijara saudara seperguruan Lugina ternyata memilki ilmu serat jiwa tingkat 12. Ajian inilah yang membuat Brama tidak sadarkan diri dan bisa dibilang meninggal. Beruntung Brama bantu oleh Burung Rajawali. Selengkapnya baca di episode 38.



Burung Rajawali membawa jasad Brama ke Kakek Astagina yang tengah bersemedi di sebuah gunung.

Kakek Astagina lalu mencoba menyembuhkan Brama. Tapi Apadaya dikata, Jantung Brama tidak berdenyut lagi. Karena Jasad Brama terpisah dengan Rohnya. Untuk mencari dmana rohnya, Kakek menyimpan Jasad Brama di dalam Goa diatas batu es.

Kakek Brama terbang meminta petunjuk Rajawali untuk ditunjukkan siapa yang telah membunuh Brama.

Sementara itu jasad Brama yang ditinggal di goa, kedatangan tamu. Mereka adalah 2 orang tua yang pakaiannya mirip seperti Kakek Astagina. Kedua Kakek tua ini adalah orang yang jasadnya dibakar oleh adiknya sendiri. Mereka berdua menginginkan jasad Brama untuk mereka gunakan, karena jasad brama sangat kuat dan kedua orang tua itu sangat tertarik.

Karena sangat tertarik, kedua kakek tadi tidak mengalah, mereka sama-sama menginginkan. mereka bertarung dan salah seorang memenangkan pertarungan itu.

Saat Jasad Brama sudah digunakan, Tanpa diduga, Roh Guru sekar melihat hal itu, Guru Sekar langsung merebut dari kakek tadi. dan mengembalikan jasad Brama ke Goa, tempatnya semula.

***

Panglima perang Rinkin Sanjarya kini sudah mencabut pedang emas dari sarungnya. Ia sudah bersiap untuk membunuh Raden Samba. Dalam keadaan mata masih tertutup, Samba menjawab. "Lakukanlah, aku rela menerima jika ini dilakukan demi Gusti Brama Kumbara dan Madangkara. Aku rela"

Sanjaya mengaku kalau ia mendapat perintah dari Ardalepa, dan perintah Ardalepa merupakan petintah Raja, karena Raja sedang tidak ada ditempat.

Mantili datang merasa dia yang paling berhak untuk membunuh Samba. Tapi Panglima Rinkin Sanjaya menentangnya, bahwa itu tugasnya. Mantili sudah mencabut pedang merah.

Sebelum Samba dibunuh, ia meminta agar Mantili dan Panglima Rinkin bersedia mendengar penjelasannya. Sebenarnya ia telah menolong Gottawa, malah ia yang dituduh ingin membunuh Gottawa.

Mantali tidak percaya, ia meminta penjelasan Gottawa yang saat tu ikut bersama Mantili. Gottawa membenarkan kalau ternyata Ardalepa-lah yang ingin membunuh Samba.

Dari penjelasan itu mereka kembali menyadari kalau Ardalepa ternyata ingin berniat menguasai Madangkara. Ardalepa kembali kewatak asalnya seorang yang jahat dan licik.

Untuk menyelamatkan Gottawa dan Samba yang nyawanya terancam, Panglima Rinkin berinisiatif menyembunyikan Samba dan Gottawa di sebuah tempat yang aman sekaligus mengobati luka-luka yang dialaminya. Panglima Rinkin menitipkannya di rumah Nyi Laras. orang yang dahulu pernah Mengobati Sanjaya ketika terluka.

Nyi Laras, mengatakan kepada Mantili kalau sebenarnya diantara kedua pemuda yang terbaring sakit itu ada salah satu yang benar-benar mencntainya dengan tulus. Saat Mantili bertanya siapa orangnya, Nyi Laras merahasiakannya. Mantili tersenyum-senyum berbunga-bungan, kalau ternyata ada orang yang berbunga-bunga, sayang ia tidak tahu siapa dia.

***

Ardalepa yang mengetahui kalau Mantili dan Gayati mulai mencurigainya, ia langsung mendatangkan Nyi Kcombarang. Nyi Kcombrang menerawang Brama dan hasil terowongannya gelap. Ia sangat bergembira kalau Brama telah mati.

Ardalepa menyuruh Nyi Kcombrang untuk mengambil kembali Putri Harnum yang dibawa bersama Buntak Bumi. Untuk itu Nyi Kcombrang menyusup ke Kerajaan Kuntala.

Nyai kecombrang datang manyusup ke krjaan kuntala, iya ingin mengambil Putri Harnum karna di suruh oleh ardalepa tapi iya di serang oleh para petnggi Kuntala dan raja kuntala mengancam Nyai kecombrang untuk bekerja sama dengannya. Tan[a berfkir panjang, Nyi Kcombrangpun mau bekerja sama dengan Kerajaan Kuntala.

***

Kijara dan Lugina kini dibawa pulang oleh Buntak Bumi dan Kertagena sebagai pendekar bayaran di Kuntala. ia akan dibayar dengan harga mahal berupa kepingan-kepingan emas.

Kakek Astagina, dibawa oleh Rajawali ke rombongan Buntak Bumi dan Kertagena. Kakek Astagina menuntut balas atas kematian Brama.
Dalam pertempuan, Kakek Astagina menang dan membawa pulang Roh Brama untuk disatukan dengan jasadnya.

Kakek Astagina lalu mencoba menyatukan jasad Brama dengan Rohnya. Tapi usahanya gagal. ia putus asa dan keluar dari goa. Kecewa Brama tidak dapat diselamatkan.

Roh Bibi Sekar meminta kakek Astagina untuk tidak putus asa dan mencoba kembali untuk emnolong Brama. Arkhirnya Kakek berdoa kepada Sang Hiyang Widi agar Brama disembuhklan dan mencoba kembali mengobati Brama.

Saat diobati, Bibi Sekar masuk kedalam Jasad brama dan menggerakkan Jantung Brama yang tidak berdetak. setelah beberapa kali, Akhirnya Brama batuk dan ia selamat dari maut. ia hidup lagi.


***



Kamu suka tulisan ini? beri tahu teman yang lain ya. klik aja facebook atau twitter dibawah ini Ok. Terima Kasih ^_^

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Top
Site Meter