Sinopsis Brama Kumbara Episode 52
Nyai Kcombrang tertimpa batu besar. Ia tidak dapat menggerakkan tubuhnya. Saat Raksa Kumala menghempas tubuhnya dengan sebongkah batu besar itu, Nyai Kcombang berteriak. Nyaris seperti orang mati.
Buntak Bumi dan Kertagena yang melihat itu langsung menolong menyingkirkan batu yang ada diatasnya. Denyut nadi yang diperiksa Buntakbumi tidak ada sama sekali. Buntakbumi mengatakan kalau Nyi Kcombrang sudha mati.

Tak berapa lama Buntakbumi mengatakan hal itu, tiba-tiba Nyi Kcombrang bergerak. Buntakbumi dan Kertagena berlari ketakutan.

Adyaksa yang juga buta tanpa segaja berada didepan Nyai Kcombrang yang baru saja terbangun dari pingsannya.

Nyai Kcombrang kemudian bersentuhan dengan Adyaksa. Kedua oang buta itu sama-sama terkejut. Mereka mengeluarkan ajian masing-masing mengira berhadapan dengan lawan.

Ajian Segoro macan bertemu dengan Ajian milik Nyai Kcombrang beradu kekuatan. Buntak Bumi yang bergegas meninggalkan tempat itu menoleh dan mengenali suara itu kalau suara itu adalah ajian segoro macan.

Setelah dilihat, memang benar ia adalah Nyai Kcombrang dengan Adyaksa.

Nyai Kcombang bercerita kalau ia kini tidak memiliki ilmu apa-apa setelah tongkat sakti mata dewanya diambil kembali oleh Dewa.

Buntakbumi berunding dengan Kertagena. ia mengatakan percuma mengabdi pada orang yang tidak mempunyai kesaktian.

Akhirnya Buntak bumi dan kertagena bersepakat. Buntakbumi dan Kertagena mengatakan kalau akan mengambilkan kuda untuk Nyai Kcombrang. Nyai Kcombrang dituntun ke depan mulut Jurang.

Buntak Bumi dan Kertagena mengatakan kalau kuda ada didepan Nyai Kcombrang. Nyai Kcmbang disuruh melangkah menghampiri kuda didepannya. Tapi apa yang terjadi, bukan kuda yang diperoleh, melainkan Jurang. Kini Nyai kcombrang terjatuh dan masuk kedalam jurang.

Adyaksa yang mendengar suara itu betanya. "Bukankah itu suara Nyai Kcombrang?"

"ya benar Nyai Kcombrang sudah kami buang ke Jurang" Buntakbumi menjawab.

Buntakbumi mengatakan sekarang orang yang tidak berguna akan kami singkirkan. seperti Nya Kcombrang. Ia hanya menambah beban saja.

Adyaksa bertanya lagi "Termasuk Aku?"

Kertagena menjawab "ia."

Percekcokan tiga sekawan itu terjadi. Adyaksa mencoba melawan. Tapi Buntak bumi dan Kertagena menghabisinya. ia teluka dan terjatuh dan ditinggalkan begitu saja.

***
Kakek Guru Astagina melihat Banaspati membawa Putri harnum sehingga Kakek Asagina mengejarnya.

Sampai dihutan larangan, Mahesa bersama Kakek Astagina tidak bisa masuk karena hutan tu sudah di penuhi perangkap yang sangat sakti sehingga manusia biasa tidak dapat masuk.

Sementara putri Harnum didalam sudang dikerumuni gerombolan iblis anak buah Banaspati. Banaspati membiarkan anak buahnya untuk membunuh Harnum.

Karena tidak bisa melawan, akhirnya darah Harnum dihisap oleh Anak buah Banaspati yang membuat Harnum menjadi kritis dan pingsan.

Saat itu Banaspati memanggil Brama agar menyelamatkan istrinya dengan begitu tapa Brama Brama gagal karena tidak genap 40 hari.

***

di episode lalu, Samba curhat pada Ayu Kirana tentang hubungannya dengan Mantili. Walaupun Mantili mengatakan akan segera menikah dengan Samba, tapi Samba masih bimbang akan keraguan peryataan mantili.

Ayu Kirana yang mendengar pernyataan itu membuat nya masih memiliki peluang untuk memiliki Samba.

***

Brama Kumbara melanjutkan persemediannya. Ditengah persemedian Brama, diserang oleh cahaya-cahaya putih yang menyilaukan.

Cahaya itu menghalangi Brama untuk keluar Istana untuk menyelamatkan putri Harnum yang kini di tawan oleh Banaspati.

Tak lama kemudian terdengar suara aneh. suaa itu mirip mantra yang membuat Brama selalu terngiang dengan suaa itu.

Setelah Brama bertanya sinar apakah itu, Sinar itu kemudian berubah menjadi dua orang dewa.

Dewa itu mengatakan kalau Dewa menerima tapa Brama sehingga Brama tidak perlu meneruskan tapa bratanya. Para Dewa prihatin akan nasib Brama dan Dewa mengabulkan tapa Brama.

Brama diberi ilmu "Sukma Wisesa". Sukma Wisesa adalah sukma Seperti para Dewa. Jadi kini ilmu dan kesaktian Brama sudah seperti para Dewa dan ilmu Brama tinggi setinggi Dewa.

Bagi Brama kini sudah tidak ada lagi batas ruang dan waktu. menjadikan Brama bisa lebih cepat pergi kemana saja.

Pesan Dewa agar Brama menggunakan ilmu ini hanya dalam waktu tertentu saja.

Setelah Brama mendapatkan Ilmu Sukma Wisesa, Brama menggunakannya untuk bergegas menuju Hutan larangan tempat dimana Putri Harnum disekap.

***

Mantili dan Gottawa yang melihat hal itu heran. Ada sebuah sinar terang keluar dari Kamar Brama.

Gottawa dan Brama memeriksa, ternyata Brama sudah tidak ada ditempat. Mantili menduga kalau itu adalah perbuatan Romonya. Tapi Gottawa membantah. Kalau Romo Mantili sedang menyerang ke kerajaan Sanggem dan kerajaan lain.

Gottawa membantu Mantili
Mantili kesal tidak bisa membantu pertarungan teman-temannya melawanNyai Kcombrang, karena ia tidak mempunyai pedang merah. untuk itu, ia berniat untuk mengambil pedang merah yang disiman romonya di Kuntala.

Dalam usaha mengambil pedang merahnya di Kuntala, Mantili bersama dengan patih Gottawa.

Sesampainya di Kuntala, istana tampak sepi. Gottawa dan Mantili heran. Tapi setelah mereka masuk ke istana, pengikut Ardalepapun bermunculan.

Dengan Ajian Lulus bumi, Mantili berhasil mengalahkan Pengikut Ardalepa itu,

Saat itu Mantili menyebut-nyebut nama Samba. Saat itu Gottawa terlihat cemburu dan mengancam akan kembali ke madangkara. tapi Mantili memintanya untuk ditemani saat masuk ke Istana Kuntala.

Gottawa mau menemani, dengan syarat tidak menyebut nama Samba. Mantili menyetujui dan merekapun masuk kedalam istana Kuntala.

Mantili melihat Gottawa Cemburu
Lama juga mereka mencari-cari tapi pedang merah itu tidak ditemukan. Sampai pada suatu ketika Mantili menemukannya didalam sebuah peti.

Saat itu Ardalepa datang sepulang dari menyerang kerajaan lain. Ardalepa mencium bau ada tamu yang tidak diundang. Ardalepa menyebutnya dengan Gadis Ingusan.

Setelah mendapatkan pedang merah itu, Gottawa khawatir akan serangan Ardalepa dan mengajak Mantili meninggalkan istana itu.

Hampir saja mereka ketahuan. Tapi dengan ajian lolos bumi, Mereka berhasil keluar istana dengan aman.

Ardalepa sangat teliti. Anak buahnya memang tidak menemukan penyusup itu. Tapi Ardalepa dengan mudah menemukannya. Ardalea kemudian menghadangnya di pintu keluar istana.

Gottawa dan Mantili tepaksa tidak bisa menghindar. Ia  harus menghadapi Adalepa yang dikenal memang sangat kuat.

Serangan pedang merah mantili ke Ardalepa tidak ada apa-apanya. Petarungan itu membuat mereka kalah.

***

Bagai Dewa, Brama dengan mudah masuk hutan larangan. Sementara itu Kakek Astagina dan Mahesa masih bersusah payah untuk masuk ke hutan larangan.

Di Goa tempat Putri Harnum disekar tidak ada Banaspati. Perlawanan anak buah Banaspati begitu Mudah Brama kalahkan, sehingga Brama berhasil mengeluarkan Putri Harnum.

Brama Kumbara membawa Harnum keluar dengan ilmu Sukma Wisesa yang terlihat hanya Cahaya putih membawa tubuh Putri harnum.

Mahesa yang melihat hal itu langsung mengejarnya. Sementara itu kakek Astagina melawan banaspati yang mengeja dari belakang.

Mahesa berhasil mengejar Putri harnum dan membawa jasad itu kebumi. Sesampai dibumi, sinar tadi berubah menjadi Brama Kumbara. Mahesa tidak mempercayainya dan mengatakan kalau itu adalah Brama palsu. Karena Brama asli sedang melakukan Tapa Brata.

Kakek Astagina datang dan mengatakan kalau itu adalah Brama asli. Kemudian Mahesa bersujud meminta maaf. Ia khawatir kalau yang dihadapinya adalah Brama palsu yang mencoba mengambil Putri harnum.

Saat sedang berbincang-bincang, Banaspati kembali mengambil putri Harnum dan membawanya lari. Tapi, kini Brama bisa mengalahkannya Banaspati.

Banaspati mengatakan kalau Tapa Brama telah gagal, karena tidak cukup 40 hari. Sehingga ia sesumbar pada Brama.

Brama kemudian membuktikan dan menggunakan ilmu barunya. Ternyata ilmu itu membuat Banaspati kesakitan.

Serabngan bertubi-tubi Brama membuat Banaspati benar-benar kalah. Dibantu Kakek Astagina dan Mahesa membuat ia kesakitan.

Brama kembali menyerang dengan Ajian Sukma Wisesa kali ini Banaspati kesakitan dan meminta tolong pada Adalepa.

Ardalepa yang sedang bertarung dengan Mantili dan Gottawa terpaksa menghentikan pertarungan itu, untuk membantu Banaspati yang kalah dari Brama.

Kini Banaspati dibantu Ardalepa. Tapi Nasip Ardalepa sama dengan Banaspati. a tidak dapat menyerang Brama. Karena ilmu Brama begitu tinggi dan membuat Banaspati musnah.

Musnahnya Banaspati membuat Ardalepa kehilangan kekuatannya. Sehingga ia tidak bisa melawan Brama. meskipun kalah, Ardalepa masih banyak mulut dan menghina Brama. Kakek Astagina lalu menotok tubuhnya sehingga tidak bisa berbuat apa-apa.

Brama menyuruh Gottawa mempenjarakan Adalepa dengan memasukkannya dala Kerangkeng. dan Memenjarakannya di penjara bawah tanah.

***
Di Madangkara, Putri Harnum belum sadarkan diri. Tabib sudah berusaha keras, tapi denyut nadinya masih lemah.

Mantili mengusulkan agar diberi hawa pedang merah supaya bisa menambah tenaga. tapi usahanya sia-sia. Mahesa mengusulkan dengan ketiga pedang sakti Pedang biru, pedang Merah dan Kemuning emas sekaligus untuk menyembuhkan Puti Harnum.

Tapi usaha itu masih tidak berhasil. Mereka mengatakan kalau Putri harnum sudah meninggal.


***
B E R S A M B U N G   . . .   

Kamu suka tulisan ini? beri tahu teman yang lain ya. klik aja facebook atau twitter dibawah ini Ok. Terima Kasih ^_^

0 komentar:

Post a Comment

 
Top
Site Meter